Sejarah Bercerita Suku Betawi- Jakarta

Ketika ditanya siapa penghuni suku asli di Jakarta, pasti mereka akan menjawab Betawi karena penghuni Jakarta ya suku betawi. Tapi kamu tahu tidak bagaimana asal usul suku betawai itu berada di Jakarta, pasti kamu tidak tahu kan. Untuk itu mimin sejarah bakalan menceritakan seluk beluk suku betawi jakarta.

Betawai berasal dari kata "Batavia" yaitu nama dulu jakarta yang di namai pada saat Belanda menjajah. Orang Betawi kebanyakan menganut agama Islam, tetapi yang menganut agama Katholik, Kristen, Protestan ada juga namun  sedikit sekali. Di antara suku Betawi yang enganut agama Kristen, ada menyatakan bahwa mereka keturunan campuran antara penduduk lokal dengan bangsa Portugis. 
suku betawi

Menurut perkiraan Antropolog Universitas Indonesia, Dr. Yasmine Zaki Shahab, MA, suku betawi terbentuk sekitar satu abad yang lalu di antara tahun 1815-1893. bedasarkan studi sejarah demografi penduduk jakarta yang dirintis sejarawan Australia, Lance Castle. Di zaman Belanda, Dalam data Jakarta di tahun 1615 dan 1815, terdapat penduduk dari berbagai golongan etnis, tetapi tidak ada catatan mengenai golongan etnis Betawi. Misalnya saja orang Sunda, Arab dan Moor, orang Jawa dan , orang Sulawesi Selatan, orang Sumbawa,orang Melayu, orang Ambon dan Banda .

Di tahun 1930, orang betawi sebelumnya tidak pernah ada dan justru muncul sebagai kategori bari dalam sensus tahun tersebut. Sebanyak 778.953 jiwa menjadi penduduk batavia pada saat itu.

Pengakuan adanya orang Betawi sebagai kelompok etnis, satuan sosial, politik dalam ruang lingkup lebih luas, yakni Hindia Belanda, dan muncul pada tahun 1923, saat Husni Thamrin, tokoh masyarakat Betawi mendirikan Perkumpulan Kaum Betawi. Baru pada waktu itu pula seluruh orang Betawi sadar mereka adalah sebuah golongan, yakni golongan orang Betawi.

Ada juga orang berpendapat bahwa orang Betawi tidak hanya melibatkan masyarakat campuran dalam benteng Batavia yang dibangun oleh Belanda tapi juga melibatkan penduduk di luar benteng tersebut yang disebut masyarakat proto Betawi. 
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama