Sejarah Olahraga Lempar Lembing di Olimpiade

Lempar lembing secara sederhana bisa diartikan sebagai suatu aktivitas manusia melempar sebuah benda bernama lembing, yakni tongkat panjang berujung runcing, atau lebih familiar disebut sebagai tombak.

Namun pada konteks olah raga, lempar lembing dapat didefinisikan sebagai salah satu nomor atletik melempar di mana sang atlet mempertunjukkan kemampuannya untuk melempar sebuah lembing dengan gaya dan teknik tertentu dengan mengikuti segala peraturan dalam pertandingan tersebut untuk memperoleh jarak lempar terjauh.

Sejarah Lempar Lembing di Olimpiade
Lempar Lembing ini merupakan olahraga yang mengharuskan atlet nya untuk melemparkan sebuah benda yang hampir mirip seperti tombak yang disebut Lembing sepanjang 2,5 meter sejauh mungkin.

Pada tahun 1908 lempar lembing mulai dimasukan kedalam salah satu cabang olahraga dalam Olimpiade dan pada tahun 1932 diadakan kejuaraan lempar lembing untuk perempuan dalam olimpiade.
Sejarah Olahraga Lempar Lembing di Olimpiade
Olahraga Lempar Lembing
Pada saat itu lempar lembing sudah mulai banyak diminati ini terbukti dengan berpartisipasinya 42 orang peserta (Atlit) Lempar Lembing dari 11 Negara. Dan Swedia merupakan negara yang menjuarai olahraga lempar Lembing ini yang diwakili oleh Erik Lundqvist ia berhasil melemparkan lembing sejauh 54,83 meter.

Akibat perang dunia I maka olimpiade selanjutnya dilakukan pada tahun 1920 di antwerp, dan Jonny Myyra dari Finlandia berhasil menjadi juara dengan lemparan sejauh 65,78 meter. Myyra juga berhasil memenangkan Olympiade berikutnya di paris pada tahun 1924 dengan jarak lemparan sejauh 62,96 meter.

Peraturan Lempar Lembing
Dewasa ini, setelah lempar lembing semakin profesional dalam pelaksanaannya, maka dibuatlah kemudian aturan-aturan ketat dan jelas yang harus diikuti oleh atlet. Aturan yang dibuat mencakup seperti apa lembing yang dilempar, bentuk maupun beratnya. 

Pada kompetisi internasional, maka lembing yang dilempar untuk pria adalah 2,6-2,7 meter dengan berat 800 gram. Sedangkan untuk atlet wanitanya panjang lembing yang dilemparkan adalh 2,2-2,3 meter dengan berat 600 gram. Lembing yang dilempar sudah dilengkapi dengan penggenggam yang memiliki lebar 150 mm.

Teknik melempar dalam lempar lembing tidak boleh sembarangan, karena hal tersebut telah ditentukan sebelumnya oleh IAAF. Sedangkan untuk lapangannya sendiri memiliki panjang minimal 30 meter dengan lebar 4 meter, setelah atlet melempar lembingnya, maka atlet tidak boleh langsung meninggalkan lapangan, ia harus menunggu sampai lembing yang dilempar menancap sepenuhnya di tanah. Saat melempar maka sudut yang terbentuk adalah sekitar 28,98 derajat.


Referensi:
https://gudangpelajaran.com/lempar-lembing/
https://www.olahragamo.com/2018/02/sejarah-lempar-lembing-lengkap.html
http://olahraga.biz.id/2017/01/sejarah-lempar-lembing-lengkap/
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama